Latar Belakang Masalah
Seorang perempuan(Ny. W) P1A0 diantar ke unit perawatan nifas pada tanggal 3 oktober 2011, pukul 8.00 WIB, melahirkan spontan partus pada tanggal 3 oktober pukul 5.00, N/A bayi 9/10, BB/PB 3000 gram/50 cm placenta lengkap, perdarahan total 200cc, lamanya persalinan 10 jam. Tidak dilakukan episiotomy, perineum utuh.
Pertanyaan:
1. Apakah tujuan bidan melaksanakan asuhan kebidanan?
Ø Mengurangi angka mortalitas ibu dan bayi
Ø Meningkatkan kesejahteraan ubu dan bayi
Ø Memastikan involusi ibu berjalan dengan baik
Ø Memastikan proses laktasi berjalan baik
Ø Memberikan dukungan baik secara psikologis maupun fisik
2. Jelaskan manajemen asuhan kebidanan menurut varney?
Ø Pengkajian.
Ø Do ibu: P1A0, placenta lengkap, perdarahan 200cc, perineum utuh.
Ø Ds ibu: Ibu merasa lelah.
Ø Do bayi: N/A 9/10, BB/PB 3000 gram/50 cm.
Ø K/: tidak ada.
Ø D/: P1A0 spp, bayi tunggal hidup.
Ø DP/: tidak ada.
Ø M/: tidak ada.
Ø MP/: tidak ada.
Ø K/: pendampingan.
Ø RA/:
- Jelaskan keadaan ibu saat ini.
- Anjurkan ibu untuk istirahat cukup.
- Anjurkan ibu untuk menyusui segera.
- Tanyakan ibu sudahkah ia spontan berkemih.
- Ajarkan ibu menyusui yang baik dan benar.
- Anjurkan ibu personal hygiene.
- Pantau bayi apakah sudah meko atau miksi.
- Anjurkan ibu untuk tidur sesuai dengan pola tidur bayi.
- Anjurkan ibu untuk mengikuti penyuluhan perawatan payudara postpartum.
- Beritahu ibu tentang adanya penyuluhan pijat bayi.
- Jelaskan mengenai adanya program KB.
Ø Implementasi
- Ibu sudah diberitahu keadaannya saat ini.
- Ibu sudah dianjurkan untuk istirahat yang cukup.
- Ibu sudah diajarkan cara menyusui yang baik dan benar.
- Ibu sudah dianjurkan untuk menyusui segera.
- Ibu sudah dianjurkan untuk tidur sesuai dengan pola tidur bayi.
- Ibu sudah dianjurkan untuk menjaga personal hygiene.
- Ibu sudah dianjurkan untuk mengikuti penyuluhan perawatan payudara postpartum.
- Ibu sudah diberitahu dan mengerti tentang penyuluhan pijat bayi.
- Ibu sudah dijelaskan dan mengerti adanya program KB.
Ø Evaluasi
Ibu sudah mengerti dan dapat menjelaskan kembali apa yang telah disampaikan bidan.
3. Data apalagi yang dibutuhkan? Bagaimana rencana anda hari ini untuk perempuan itu?
Ø TTV Ibu dan Bayi.
Ø Kontraksi uterus dan TFU.
Ø Lokea ibu.
Ø Meko dan Miksi Bayi.
Ø Meko dan Miksi Ibu.
Ø Panjang tali pusat bayi.
Ø Air ketuban.
Ø Sutura bayi.
Rencana hari ini untuk Ibu ini adalah:
Ø TTV Ibu.
Ø Biarkan ibu istirahat yang cukup.
Ø Ajaurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin.
Ø Anjurkan ibu untuk segera mencoba mobilisasi.
Ø TTV Bayi.
Ø Periksa Meko dan Miksi Bayi.
4. Jelaskan ikatan antara ibu dan bayi(bounding-attachment)?
adalah hubungan kasih saying antara ibu dan bayi yang dapat dibina melalui beberapa cara misalnya: Rawat Gabung, IMD, dan Reflex letting down yaitu ASI yang keluar dengan sendirinya ketika mendengar tangisan bayi, mencium bayi, memandang bayi, mengingat bayi, dan lain-lain. Serta dalam menyusui bayinya dalam masa postpartum.
5. Jelaskan fase adaptasi psikologis pada masa nifas?
Ø Fase taking in
Terjadi 1 sampai 2 hari setelah melahirkan. Pada umum pasif dan tergantung, perhatiannya tertuju pada tubuhnya. Tidur tanpa gangguan sangat penting untuk mencegah gangguan tidur, pusing, irritable, interference dengan proses pengembalian ke keadaan normal. Peningkatan nutrisi mungkin dibutuhkan karena selera makan ibu biasanya bertambah, kurangnya napsu makan menandakan proses pengembalian kondisi ibu tidak berlangsung normal.
Ø Fase taking hold
Berlangsung pada hari ke 2 sampai 4 postpartum. Perhatian pada kemampuannya menjadi orang tua. Konsentrasi pada pengontrolan fungsi tubuhnya, BAK, BAB, kekuatan dan ketahanan tubuhnya. Berusaha keras untuk menguasai tentang keterampilan mengasuh anak. Agak sensitive, terbuka untuk menerima pengetahuan dan kritik yang bersifat pribadi. Pada tahap ini bidan penting memperhatikan perubahan yang mungkin terjadi.
Ø Fase letting-Go
Biasanya terjadi setelah ibu pulang kerumah, dan sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga. Klien menanggung tanggung jawab terhadap perawatan bayi, kebutuhan bayi yang sangat tergantung yang menyebabkan berkurangnya hak ibu, kebebasan dan hubungan sosial. Depresi postpartum umumnya terjadi pada periode ini.
6. Jelaskan postpartum blues?
Biasanya terjadi antara 3 dan 4 hari paska partum, tetapi dapat juga berlangsung selama seminggu atau lebih, meskipun jarang berlangsung lebih dari beberapa hari. Gambaran kondisi ini bersifat ringan dan sementara, mungkin berupa suatu keadaan ketika ibu mengalami emosi yang labil ( missal, mudah menangis, euphoria, dan tertawa ). Etiologi yang sebenarnya masih belum jelas tetapi pengaruh hormonal (missal, perubahan kadar estrogen, progesterone, dan prolaktin) tampaknya berpengaruh karena periode terjadinya peningkatan emosi terlihat bersamaan dengan produksi ASI. Meskipun hilang sendiri, terjadinya postpartum blues mengindikasikan perlunya dukungan psikososial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar