Minggu, 23 Oktober 2011

1.            Sebutkan hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar perawatan bayi dan jelaskan yang perlu diperhatikan dalam memelihara kebersihan ?
Perawatan Dasar Pada Bayi.
Perawatan dasar pada bayi di Indonesia umumnya terdiri atas langkah-langkah sbb:
1. Membersihkan tubuh bayi.
Membersihkan bayi termasuk di dalamnya adalah membersihkan tubuh dan rambut bayi. Membersihkan kulit bayi sama halnya  dengan perawatan orang dewasa, dapat dilakukan dengan menggunakan air dan sabun. Agar lebih praktis dan menghindari bayi tergelincir, ikuti langkah-langkah berikut:
a.       Pertama siapkan air hangat suam-suam kuku di dalam bak mandi bayi.
b.      Siapkan 2 buah handuk mandi bayi. Bentangkan handuk kering pertama diatas meja perawatan bayi (bagi yang memiliki meja khusus perawatan bayi), atau di atas kasur /tempat tidur bagi yang melakukan perawatan bayi di atas tempat tidur.
c.       Siapkan juga sebuah baskom kecil lain yang telah diisi air hangat, washlap dan sabun serta shampoo bayi. Sabun boleh dalam bentuk padat maupun cair. Untuk bayi yang baru lahir, penggunaan sabun sekaligus shampoo (Head To Toe) akan lebih praktis.
d.      Setelah semua siap, buka pakaian bayi dengan hati-hati, sambil ajak bayi berkomunikasi agar ia memahami bahwa sebentar lagi ibu akan membersihkan badannya, membantunya agar merasa lebih segar dan nyaman.
e.      Basahi washlap dengan air hangat di dalam baskom kecil, lalu usapkan pada sabun/bubuhkan cairan sabun, kemudian usapkan pada tubuh bayi yang terbaring di atas handuk kering. Usapan bisa dimulai dari wajah, leher, dada, tangan, kemaluan dan kaki, serta bagian belakang bayi. Lalu angkat busa sabun di kulit bayi dan bersihkan washlap dalam air hangat di baskom kecil. Lakukan hal yang sama dengan bagian kepala & rambut, namun ganti produk dari sabun ke shampoo, kecuali jika kita menggunakan produk Head To toe.
f.        Setelah busa sabun diangkat dan bayi tidak terlalu licin, angkatlah tubuh bayi ke dalam bak mandi bayi. Bersihkan rambut, kulit kepala, wajah dan seluruh kulit bayi dari sisa-sisa sabun/shampoo. Bilas hingga bersih, lalu angkat tubuh bayi dengan menggunakan handuk.  Baringkan bayi kembali di atas handuk kering yang baru, agar sisa sisa air lebih mudah diserap.
2. Menjaga Kehangatan Tubuh Bayi.
Bayi yang habis dimandikan, dan dibiarkan tanpa pakaian terlalu lama akan merasa kedinginan. Sejak jaman dulu di Indonesia, para ibu terbiasa membantu menjaga kehangatan tubuh bayi dengan bantuan Minyak Telon, walaupun di Negara lain, penggunaan Minyak Telon ini tak pernah ada. Minyak Telon, selain digunakan untuk menghangatkan tubuh bayi, juga digunakan untuk mencegah agar bayi tidak masuk angin dan mengalami perut kembung. Usapkan pada bagian dada, perut, punggung dan telapak kaki bayi. Minyak Telon juga memberikan wangi alami yang selalu mengingatkan orang akan bau bayi.

3. Mengeringkan/Mengurangi Kelembaban.
a.       Langkah berikutnya adalah mengeringkan kulit bayi dan menjaganya agar tidak terlalu lembab.
b.      Gunakan bedak bayi dengan kwalitas yang bagus untuk membantu menjaga tingkat kelembaban tubuh bayi, agar bayi senantiasa merasa nyaman.
c.       Tuangkan bedak bayi ke dalam telapak tangan ibu, lalu usapkan bedak dengan jari tangan dengan hati-hati ke tubuh bayi. Penggunaan puff juga boleh, namun applikasikan pada tubuh bayi dengan hati-hati.
d.      Untuk mencegah agar debu bedak tidak terhirup bayi, maka hindarkan hal-hal sbb:
a.       Jangan menuangkan bedak bayi ke dalam mangkok bedak atau ke telapak tangan di depan hidung bayi. Lakukan di tempat yang agak jauh.
b.      Jangan menyemprotkan bedak langsung dari botolnya ke badan bayi.
c.       Jangan menggunakan bedak bayi pada daerah di dekat hidung bayi.
e.      Selain itu, bedak bayi juga tidak dianjurkan untuk digunakan untuk di daerah dekat kemaluan bayi.
f.        Tips: Untuk mempermudah pemakaian bedak pada punggung bayi, bisa juga kita taburkan bedak terlebih dahulu pada bagian dalam punggung pakaian bayi, sehingga kita tak perlu lagi membalikkan tubuh bayi untuk memakaikan bedak. Lebih cepat dan praktis.
g.       Setelah bedak digunakan, segera kenakan popok bayi, gurita (bagi yang masih menggunakannya), pakaian dan bedong bayi agar bayi merasa hangat dan nyaman.
Perawatan Dasar ini dilakukan 2 x sehari, yakni pada pagi hari dan sore hari. Dengan melakukannya secara rutin, maka bayi anda akan senantiasa merasa nyaman, bersih dan sehat. Untuk perawatan tambahan pada kulit bayi, akan saya bahas dalam tulisan saya yang lain


2.            Jelaskan tujuan, syarat, persiapan dan cara memandikan bayi!
Tujuan
Adapun tujuan dari memandikan bayi, antara lain:
  • Membersihkan kulit
  • Merangsang peredaran darah
  • Memberikan perasaan enak dan segar
  • Melatih bayi mendapat kebiasaan akan kebersihan
Syarat Utama
Ketika ingin memandikannya, diharapkan Anda tidak meninggalkan bayi sendiri di atas tempat tidur, karena bahaya bayi jatuh, yang dapat menyebabkan gegar otak, patah tulang, dan lain-lain.
Agar bayi Anda dapat menikmati waktu mandinya, jangan Anda memandikannya saat bayi sedang mengantuk atau lapar. Bayi akan merasa terganggu dan cenderung rewel sehingga membuat Anda panik. Sebelum memandikan, pastikan bahwa AC atau kipas angin telah dimatikan agar tidak dingin.



Menyediakan Perlengkapan
  • Ember atau baskom, pastikan pula bahwa air mandi di dalamnya tidak terlalu panas dan tidak telalu dingin.
  • 2 buah washlap, 1 untuk muka dan kepala sedangkan yang 1 untuk badan.
  • Sabun mandi
  • Handuk
  • Perlak
  • Kapas bulat yang sudah di rebus
  • Kassa steril
  • Kapas dan air untuk memberihkan pantat bayi bila buang air besar (kapas basah)
  • Ember tertutup untuk popok bayi yang kotor
  • Kotak plastik tertutup untuk membuang kapas atau kassa yang kotor
  • Sisir yang lembut
  • Pakaian bayi yang bersih dan kering
Persiapan
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memandikan bayi.
  • Letakkan bayi di atas perlak yang telah diberi alas, lalu buka pakaiannya, biarkan popok tetap terpasang. Dengan menggunakan kapas, bersihkan ujung mata dari arah hidung ke tepi wajah. Selanjutnya bersihkan telinga luar.
    Kapas hanya boleh digunakan sekali saja. Jika mata masih kotor, gunakan kapas lain yang masih bersih.
  • Mulut bayi sebenarnya tidak perlu terlalu sering dibersihkan karena ada air liur yang berfungsi untuk membersihkannya. Jika Anda menemukan lapisan putih akibat susu di permukaan lidah bayi, hal ini tergolong normal. Bersihkan dengan menyapu jari kita yang dibungkus kassa steril basah ke permukaan lidahnya sehari sekali.
    Jika lapisan bintik-bintik putih ini semakin jelas dan merambah tak hanya lidah tetapi juga bagian dalam pipi, bibir, dan gusi, mungkin bayi Anda terkena infeksi. Segeralah membawanya ke dokter.
  • Popok bayi ditanggalkan. Bila bayi BAB dapat dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas basah.
    Pantat bayi jangan di gosok terlalu kuat karena kulit bayi mudah lecet. Bagian popok yang kotor dilipat ke dalam kemudian dimasukkan ke dalam ember yang tertutup.
Cara Memandikan
  • Setelah proses terakhir dari persiapan, lanjutkan dengan membersihkan muka bayi. Basahi washlap lalu peras airnya, gosoklah beberapa kali muka bayi secara perlahan di mulai dari dahi, mata, telinga, hidung, dan mulut, kemudian gosoklah rambut bayi.
  • Mencuci muka dan kepala tidak boleh memakai sabun karena dapat masuk ke dalam mata dan akan terasa pedih sehingga bayi menangis, akibatnya bayi akan menjadi takut untuk mandi. Cuci rambut bayi seminggu sekali, tetapi hati-hati jangan samapi terkena matanya.
  • Keringkan muka dan kepala bayi yang telah dicuci dengan handuk yang digunakan sebagai alas. Lalu gunakanlah washlap salah satunya dan berilah sabun. Badan disabuni mulai dari kepala, leher, tangan, jari, ketiak, dada, perut, sekitar pusat, punggung, sela paha, sela pantat bayi, kaki, dan terakhir alat kelamin. Setelah seluruh tubuh rata disabuni, tibalah waktunya bayi dimasukkan kedalam ember yang telah dipersiapkan.
  • Agar bayi tidak terlepas, peganglah leher bayi dengan tangan kiri diantara ibu jari dan jari telunjuk, jari tengah dimasukkan ke sela ketiak, jari lain diletakkan di punggung bayi. Tangan kanan berada diantara sela paha sambil memegang pantat bayi. Dengan cara demikian biasanya, bayi dapat diangkat dengan aman.
  • Kemudian bayi dimasukkan ke dalam ember mandi dan di bilas hingga bersih. Tangan kiri tetap pada leher dan tangan kanan membilas badan bayi.
  • Setelah beberapa menit, tidak terlalu lama, bayi diangkat dari air, diletakkan di atas handuk dan di keringkan mulai dari kepala lalu turun kebawah. Perhatikan lipatan, harus benar-benar kering dan apakah ada kelainan kulit dan sebagainya.
Penyelesaian
  • Selanjutnya Anda melakukan perawatan tali pusat dan mengenakan pakaian pada bayi. Rambut bayi di sisir dengan rapi, kuku bayi diperiksa, selanjutnya bayi dibaringkan diatas tempat tidur yang telah dibersihkan
  • Setelah semua selesai, semua perlatan dibersihkan, perlak di lap dengan kain basah, ember dan baskom dicuci, kemudian di jemur dengan bagian dalam menghadap sinar matahari.
  • Handuk bayi harus di jemur setiap hari dan sering dicuci, jika tidak, bekasnya akan mengeras dan melecetkan kulit bayi.

3.            Jelaskan cara memelihara tali pusat dan cara memakaikan popok bayi!

Memelihara tali pusat :
1.   Selalu cuci tangan sampai bersih sebelum mulai melakukan perawatan tali pusat.
2. Turunkan sedikit bagian atas popok agar tidak bersentuhan dengan tali pusat.
3. Kemudian, bersihkan tali pusat, terutama bagian yang dekat dengan dinding perut atau lipatan di bagian dasarnya, dengan air bersih dan sabun, lalu keringkan.
4. Sebaiknya tali pusat tidak perlu dikasih apa-apa. Penggunaan cairan antiseptik yang memiliki kandungan yodium pun tidak lagi dianjurkan. Tali pusat bisa ditutup dengan kain kasa steril.
5. Kain kasa harus diganti, setiap kali bayi usai mandi, berkeringat, terkena kotoran dan basah.
6. Jangan pernah sengaja menarik-narik atau mencopotnya, karena tali pusat ini akan lepas dengan sendirinya.
7. Hindari hal-hal yang aneh dan berbau mistis. Menaruh koin di atas tali pusat, diberi kopi dan sebagainya. Karena hal ini akan menjadikan tali pusat sarang kuman atau menyebabkan tali pusat tetanus.
8. Segera dibawa ke dokter jika mencium bau tidak sedap dari tali pusat bayi yang belum lepas, karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda tetanus.
9. Setelah puput, tidak perlu ada perlakuan istimewa, tetapi jangan lupa untuk selalu membersihkan bagian pusar. Mandikan seperti biasa dan biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka, tidak perlu dibungkus lagi.
Popok dan Memakai Popok
Banyak faktor yang mempengaruhi saat memilih popok kain atau popok sekali pakai. Popok kain mungkin lebih murah daripada popok sekali pakai, tetapi Anda harus mencucinya, popok kain membuat Anda bekerja lebih keras.
Kedua jenis popok memiliki dampak terhadap lingkungan. Dampak popok sekali pakai disebabkan oleh sampah popok tersebut, sedangkan dampak popok kain disebabkan oleh tenaga yang digunakan dan polusi. Popok sekali pakai menawarkan manfaat kesehatan yang lebih karena popok tersebut dapat mencegah terjadinya ruam popok dan kebocoran.
Popok manapun yang Anda pilih, yang perlu diingat adalah setiap bayi yang baru lahir membutuhkan sekitar 10 popok setiap hari.
Sebelum Anda memulai mengganti popok bayi, pastikan semua yang Anda butuhkan berada dalam jangkauan Anda. Tetap pegang bayi Anda dengan satu tangan saat Anda harus menjauh dari tempat ganti popok – meskipun itu hanya untuk sesaat. Bayi dapat berguling dengan cepat, dan dapat menyebabkan luka yang serius.
Berikut ini adalah hal2 yang diperlukan saat mengganti popok:
Popok yang bersih dan mudah digunakan (jika Abda menggunakan popok kain).

Kapas untuk membersihkan, bola-bola kapas, waslap, dan baskom berisi air hangat.

Salep untuk ruam popok atau petroleum jelly (jika bayi mengalami ruam).
Berikut ini adalah proses penggantian popok:
Pindahkan popok yang kotor. Gunakan kapas/waslap basah untuk membersihkannya. Pastikan Anda menyeka dari depan ke belakang pada bayi perempuan.

Gunakan washlap basah untuk membersihkan pantat bayi.

Gunakan salep untuk ruam popok atau petroleum jelly jika diperlukan.

Pasang dan ikatkan popok dengan benar.
Untuk mengurangi ruam popok:
Ganti popok sesering mungkin dan bersihkan bagian pantat bayi secara hati-hati.

Segera ganti popok yang basah untuk menghindari kulit menjadi lembab.

Sebisa mungkin biarkan pantat bayi terkena udara. Pastikan bayi mendapat sirkulasi udara yang baik.

4.            Jelaskan definisi  pertumbuhan dan tahapan pertumbuhan bayi!
Pertumbuhan = masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, oragan, maupun individu, yang bisa di ukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolik.
Umur bayi
Tahapan perkembangan
Hal yang disukai bayi
0-1 bulan
Menunjukkan perilaku pemicu kasih sayang, menangis, meringkuk, mendekut, Mengangkat kepala, Tangan terkepal erat, Menangis, mendengkur, tersenyum, menangis di saat tidur, penglihatan masih buram , Tidur, bangun, makan, secara tidak menentu, Tingkah lakunya lebih sering dilakukan secara refleks
Sentuhan kulit dengan kulit, digendong dengan tangan atau gendongan, makan tanpa dijadwal, mengadakan kontak mata, dan mendengar suara bunda
2 bulan
Terhubung secara visual dengan bunda
Lengan dan kaki relaks, kepala diangkat setinggi 45 derajat, kepala masih terhuyung bila digendong dalam keadaan duduk
Sebagian jari mulai membuka, mulai dapat menggenggam giring-giring
Ia bisa menjerit, membuat suara seperti sedang minum, dada berbunyi
Tersenyum dengan responsif, bisa membaca suasana hati orangtua, sibuk dengan ibu jarinya, mengadakan kontak mata, memerhatikan orang yang bergerak, menangis bila diturunkan dari gendongan
Mulai senang berkomunikasi, protes bila kebutuhannya tidak terpenuhi, memberi isyarat.
Membuat asosiasi bahwa tangisan berarti digendong atau disusui
Digendong dalam kain gendongan, melihat ke arah yang bergerak, suka musik klasik, berbaring di dada ayah
3 bulan
Memainkan tangan
Lengan dan kaki digerakkan secara sempurna, dapat membuat gerakan bebas dan memutar
Kepala diangkat lebih tinggi dari punggung, kepala bisa diangkat tegak saat digendong
Berguling
Sudah bisa menggoyangkan giring-giring, bisa mengisap ibu jari
Membuat suara lebih keras, mulai tertawa
Bisa menyebabkan orang bereaksi dengan senyum, tangisan, dan bahasa tubuh
Bersandar di dada bunda, bermain dengan tangannya sendiri, menunjuk ke sesuatu yang bergerak
4 bulan
Bisa mengamati dengan akurat, sudah bisa mengangkat lengan ketika ingin digendong, tertawa geli bila digelitik
Bisa memeluk dengan dua tangan, menggenggam, memegang dada bunda
Mengangkat dada dan perut atas saat tengkurap
Tahu bahwa orang dan benda memiliki nama (contohnya kucing)
Menyapa si pengasuh dan mengajaknya bermain, memainkan jemari, bermain dengan mainan bayi, menggelindingkan bola, posisi menghadap ke depan bila digendong
5 bulan
Meraih sesuatu dengan satu tangan
Berguling ke belakang, bisa melakukan posisi push-up, bisa mengjangkau jari kaki, mainan dapat dipindahkan dari tangan yang satu ke tangan lainnya dan ke mulut
Menengok ke arah orang yang berbicara, berusaha meniru suara-suara, tertarik pada warna, menggunakan tangan untuk mendorong bila ia sedang tidak mau diganggu
Mendorong dengan menggunakan kaki, memencet hidung bunda, menarik rambut, meraba dan menyembunyikan mainannya, duduk di kursi bayi dan bermain di pangkuan, bermain cilukba
6 bulan
Duduk sendiri, berguling-guling, berdiri dengan berpegangan
Menunjuk mainan, sudah bisa menjumput
Senang akan suaranya: berteriak, tertawa, menggeram, serta meniru sikap wajah dengan lebih baik
Lebih lama bermain
Bermain dengan balok-balok, membanting mainan, diayun-ayun, bila digendong posisinya berubah menjadi di pinggang
6-9 bulan
Merangkak, duduk tegak, mendorong badan ke atas sampai berdiri, menjumput denganibu jari dan telunjuk, makan sendiri (berantakan), menjatuhkan mainan
Terus merespon bila namanya disebut
Bergoyang seirama musik, bermain cilukba, memainkan makanan, permainan yang menggunakan kata-kata dan irama, menggelindingkan bola, tertarik pada objek kecil
9-12 bulan
Sering merangkak, dari duduk bisa menjadi merangkak sendiri, berkeliling di sekitar perabotan, berdiri tanpa berpegangan, langkah pertama masih kaku, belum tegap
Menggenggam erat, menunjuk dan mencongkel dengan jari telunjuk, menumpuk dan menjatuhkan balok-balok, menunjukkan dominasi tangan
Mengatakan “mama” dan “dada”, mengerti kata ‘tidak’, mengerti sikap tubuh seperti melambaikan tangan
Menunjukkan ingatannya akan kejadian yang baru berlalu, ingat letak mainannya ketika tertutupi
Berhenti menangis ketika bertemu bunda, menunjukkan kegelisahan akibat perpisahan
Bermain dengan wadah-wadahan: mencampur, mengisi, menimbun. Merogoh isi kantong ayah, mengamati diri sendiri di depan cermin, membanting dan mencocokkan tutup dengan wadah, menumpuk dua atau tiga balok
12-15 bulan
Berjalan
Menggunakan peralatan seperti sikat gigi dan sisir, memegang botol, lebih gampang dipakaikan baju
Mengucapkan 4-6 kata yang dapat dimengerti, mengenali nama dan menunjuk ke orang yang ia kenal, tertawa saat melihat gambar lucu
Mulai mempelajari cara mencocokkan sesuatu
Mendorong dan menarik mainan ketika berjalan, melempar bola, permainan dengan menyentuh, mengosongkan laci dan mengmbil isinya, menjelajahi bahu ayah, berbicara pada mainan, meniru suara binatang
15-18 bulan
Mengerti bahasa sederhana, mengendarai mainan beroda empat, mencoba menendang bola walau sering meleset, membuka laci, menurut ketika dipakaikan baju, mengonsumsi makanan berkuah
Mengatakan 10-20 kata yang bisa dimengerti
Mengamati bermacam bentuk, mengenali gambar di buku
Berlari walau kadang-kadang terjatuh
Mendorong kereta mainan, mengetukkan palu karet mainan, melakukan permainan bagian-tubuh “mana Hidung”, menari seirama dengan musik, memutar dan menekan kenop, bermain cilukba dan berkejaran
18-24 bulan
Lancar berjalan dan berlari, bisa memanjat keluar dari ranjangnya, membuka pintu, menaiki tangga tanpa bantuan
Mengerti bahasa sehari-hari
Membuka bungkusan, mencuci tangan, duduk di kursi tanpa bantuan
Mengatakan 20-25 kata yang bisa dimengerti
Mencari tahu segala sesuatu sebelum melakukannya, menggambar lingkaran, membuat garis, mengerti dua perintah sekaligus
Menarik kereta mainan, membantu di dalam rumah, berjungkir balik, berdiri di atas pijakan, menggunakan rak, meja, dan kursinya sendiri untuk bermain, “membaca” buku bergambar sambil membalik-balik halaman
3 tahun
Berdiri dengan satu kaki
Senang bermain air
4 tahun
Berlari, melompat, memanjat, naik sepeda roda tiga
Menanyakan sederet pertanyaan setiap hari
5 tahun
Melompat dengan satu kaki, memanjat, bermain sepatu roda, bermain sepeda
Belajar berbahasa lebih baik, bahkan juga bahasa asing


5.            Jelaskan pertumbuhan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, jaringan lemak pada bayi!
1.   Berat badan
Pada BBL yang cukup bulan, BB waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. BB menjadi 2 kali BB waktu lahir pada bayi umur 5 bulan, menjadi 3 kali BB lahir pada waktu umur 1 tahun, menjadi 4 kali BB lahir pada waktu umur 2 tahun. Pada masa pra sekolah, kenaikan BB rata-rata 2 kg/tahun.
2. Tinggi badan
Pada umumnya laju pertumbuhan tinggi badan berkurang sejak lahir sampai hampir selesai proses pertumbuhan. Dari lahir sampai umur 4-5 tahun, laju pertumbuhan dengan cepat berkurang dan kemudian deselarasi mengurang secara perlahan-lahan hingga umur5-6 tahun. Sejak saat ini sampai awal pacu laju pertumbuhan, maka pertumbuhan bersifat konstan. Tapi, bisa terjadi kenaikan kecil antara 6-8 tahun. Pada umur 13 sampai 15 tahun terjadi percepatan pertumbuhan yang disebut pacu tumbub adolesenct. Tinggi rata-rata BB lahir adalah 50 cm.
3. Kepala
LK BBL rata-rata 34 cm dan besarnya LK lebih besar dari lingkar dada. Pada umur 6 bulan, LK rata-rata 44 cm, umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm, dan dewasa 54 cm. Pertumbuhan tulang kepala mengikuti pertumbuhan otak, demikian pula sebeliknya. Pertumbuhan otak yang tercepat terjadi pada trimester ke 3 kehamilan sampai 5-6 bulan pertama setelah lahir.
4. Gigi
Gigi pertama tumbuh umur 5-9 bulan. Umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu, selama tahun ke dua, gigi tumbuh 8 buah. Sehingga jum;ah seluruhnya sekitar 14-16 gigi. Pada umur 2,5 tahun gigi sudah mencapai 20 gigi susu
Waktu erupsio gigi tetap:
Molar pertama : 6-7 tahun
Insisor : 7-9 tahun
Premolar : 9-11 tahun
Kaninus : 10-12 tahun
Molar 2 : 12-16 tahun
Molar ke 3 : 17-25 tahun
5. Jaringan lemak
Selain otot-otot, jaringan lemak, juga menentukan ukuran dan bentuk tubuh seseorang. Pertumbuhan jumlah sel lemak meningkat pada trimester 3. Selain itu jumlah sel lemak tidak kana banyak bertambah, banyak dan besarnya sel lemak menentukan gemuk atau kurusnya seseorang. Pertumbuhan jaringan lemak melambat sampai anak berumur 6 tahun, Anak kelihatan kurus atau langsing. Jatingan lemak akan bertambah lagi :
A.        Anak perempuan umur 8 tahun
B.         Anak laki-laki umur 10 tahun sampai menjelang pubertas.
Setelah itu pertumbuhan jaringan lemak pada pria akan berkuurang, sedangkan wanita akan terus bertambah dan mengalami reorganisasi hingga dicapai bentuk tubuh wanita dewasa. Untuk mengukur tebalnya jaingan lemak, yaitu dengan mengukur tebalnya lipatan kulit.

6.            Jelaskan definisi perkembangan, tahapan perkembangan anak dan prinsip dasar perkembangan normal!
Perkembangan = bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapaty diramalkan, sebagai hasil dari proses pemantangan, yang menyangkut defernsiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, oragan-oragn, dan sistem organ.
Umur 0-3 bulan
* Mengangkat kepala setinggi 45 derajat
* Menggerakkan kepala dari kanan/kiri ke tengah
* Melihat dan menatap wajah Anda
* Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
* Suka tertawa keras
* Bereaksi terkejut terhadap suara keras
* Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
* Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak

Umur 3-6 bulan
* Berbalik dari telungkup ke telentang
* Mengangkat kepala setinggi 90 derajat
* Mempertahankan kepala tetap tegak dan stabil
* Menggenggam pencil
* Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
* Memegang tangannya sendiri
* Berusaha memperluas pandangan
* Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
* Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
* Tersenyum ketika melihat gambar/mainan yang menarik saat bermain sendiri

Umur 6-9 bulan
* Duduk (sikap tripoid-sendiri)
* Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
* Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
* Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
* Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang bersamaan
* Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
* Bersuara tanpa arti, misalnya mamama, bababa, papapa.
* Mencari benda/mainan yang dijatuhkan
* Bermain tepuk tangan/ciluk ba
* Bergembira dengan melempar benda
* Makan kue sendiri

Umur 9-12 bulan
* Mengangkat badannya ke posisi berdiri
* Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi
* Dapat berjalan dengan dituntun
* Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan/gambar yang diinginkan
* Menggenggam erat pensil
* Memasukkan benda ke mulut
* Mengulang menirukan bunyi yang didengar
* Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
* Mengeksprolasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
* Berekasi terhadap suara perlahan/bisikan
* Senang diajak bermain "ciluk ba"
* Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal

Umur 12-18 bulan
* Berdiri sendiri tanpa berpegangan
* Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
* Berjalan mundur 5 langkah
* Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu dengan kata "mama"
(tergantung mengajarinya, kalau diajari memanggilnya "ayah" ya akan panggil "ayah"
catatan)
* Menumpuk 2 kubus
* Memasukkan kubus di kotak
* Menunjuk apa yang didinginkan tanpa merengek/menangis, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu.
* Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing

Umur 18-24 bulan
* Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
* Berjalan tanpa terhuyung-huyung
* Bertepuk tangan/melambai-lambai
* Menumpuk 4 buah kubus
* Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
* Menggelindingkan bola ke arah sasaran
* Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
* Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
* Memegang cangkir sendiri, belajar makan minum sendiri

Umur 24-36 bulan
* Jalan naik tangga sendiri
* Dapat bermain dan menendang bola kecil
* Mencoret-coret pensil pada kertas
* Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
* Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
* Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
* Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta
* Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
* Melepas pakaiannya sendiri

Umur 36-48 bulan
* Berdiri 1 kaki 2 detik
* Melompat kedua kaki diangkat
* Mengayuh sepeda roda tiga
* Menggambar garis lurus
* Menumpuk 8 buah kubus
* Mengenal 2-4 warna
* Menyebut nama, umur, tempat
* Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
* Mendengarkan cerita
* Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
* Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
* Mengenakan sepatu sendiri
* Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

Umur 48-60 bulan
* Berdiri 1 kaki 6 detik
* Melompat-lompat 1 kaki
* Menari
* Menggambar tanda silang
* Menggambar lingkaran
* Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
* Mengancing baju atau pakaian boneka
* Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
* Senang menyebut kata-kata baru
* Senang bertanya tentang sesuatu
* Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
* Bicaranya mudah dimengerti
* Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
* Menyebut angka, menghitung jari
* Menyebut nama-nama hari
* Berpakaian sendiri tanpa dibantu
* Menggosok gigi tanpa dibantu
* Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu

Umur 60-72 bulan
* Berjalan lurus
* Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik
* Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap
* Menangkap bola kecil dengan kedua tangan gambar
* Menggambar segi empat
* Mengerti arti lawan kata
* Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
* Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
* Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10
* Mengenal warna-warni
* Mengungkapkan simpati
* Mengikuti aturan permainan
* Berpakaian sendiri tanpa dibantu
7. Jelaskan tentang perkembangan motorik, motorikhalus, bicara, kognitif dan interaksi soaial pada anak!

8. Sebutkan faktor-faktor yanmg mempengaruhi tumbang anak dan kebutuhan dasar untuk tumbang !
Secara umum ada 2 faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak:
1.            Faktor genetik
Merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

2.            Faktor lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan.
Faktor lingkungan secara garis besar di bagi menjadi :

a)  Faktor lingkungan yang mempengaruhi bayi pada waktu masih dalam lingkungan (faktor prenatal), antara lain :
·       Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang buruk sebelum maupun pada saat hamil, lebih sering menghasilkan bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau lahir mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan.
·       Mekanis
·       Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.
·       Toksin/zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide, phetidhine, obat-obat anti kanker dan sebagainya yang dapat menyebabkan kelainan bawaan.
·       Endokrin
Hormon-hormon yang mungkin berperan pada pertumbuhan janin, adalah somamotropin, hormon plasenta, hormon tiroid dan insulin.
·       Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.
·       Infeksi
Infeksi intra uterin yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxo plasmosis, Rubella, cytomegalovirus, Herpes simplex).
·       Stress
Dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, antara lain cacat bawaan, kelainan jiwa dan lain-lain.
·       Imunitas
Rhesus atau ABO inkomtabilita sering menyebabkan abortus, kernikterus, atau lahir mati
·       Anoreksia embrio
Menurunnya oksigenisasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat menyebabkan berat badan lahir rendah.

b) Faktor lingkungan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak setelah lahir (faktor postnatal ), antara lain:
1)Lingkungan biologis:
·       Ras atau suku bangsa
Bangsa kulit putih mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi dari pada bangsa asia.
·       Jenis kelamin
Walau belum di ketahui secara pasti banyak yang mengatakan bahwa bayi laki laki sering sakit di bandingkan bayi perempuan.
·       Umur
Umur paling rawan adalah masa Batita, oleh karena pada masa itu bayi mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi.
·       Gizi
Makan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang bayi karena makanan bagi anak di butuhkan untuk pertumbuhan.
·       Perawatan kesehatan
Pemeriksaan kesehatan dan menimbang bayi secara rutin setiap bulan akan menunjang tumbuh kembang bayi.
·       Kepekaan terhadap penyakit
Dalam imunisasi, di harapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menimbulkan cacat atau kematian.
·       Penyakit kronis
Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembang dan pendidikannya.
·       Fungsi metabolisma
Karena perbedaan dalam proses metabolisme pada berbagai umur, maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat dan memadai.
·       Hormon
Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain adalah:
Ø Somatotropin atau “ growth hormon “
Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka
Ø Hormon tiroid
Mempunyai fungsi pada metabolisme protein, karbohidrat dan lemak.
Ø Glukortikoid
Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin tiroksin serta androgen, karena kortison mempunyai efek anabolik.
Ø Hormon - hormon seks
Mempunyai peranan dalam reproduksi.
Ø Insulin like growth factors(IGFs)
Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan, sebagai mediator GH, aktivitas nya mirip insulin.

2)Faktor fisik antara lain:
·       Cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah.
Musim kemarau panjang/bencana alam lainnya, dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai gagalnya panen, sehingga banyak anak yang kurang gizi.
·       Sanitasi
Akibat kebersihan yang kurang, maka anak akan sering sakit misalnya diare, hepatitis, malaria, dan sebagainya. Demikian pula polusi udara baik yang berasal dari pabrik, asap kendaraan atau asap rokok, dapat mempengaruhi terhadap tingginya angka kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut ( ISPA ).
·       Keadaan rumah : struktur bangunan, ventilasi, cahaya, dan kepadatan hunian
Keadaan perumahan yang layak dengan kontruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya.
·       Radiasi
Radiasi yang tinggi dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
3)Faktor psikososial:
·       Stimulasi
Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan tertur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang /tidak mendapat stimulasi.
·       Motivasi belajar
Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini dengan membersihkan lingkungan yang kondusif untuk belajar, misalnya sekolah yang tidak terlalu jauh, buku-buku, suasana yang tenang serta sarana lainnya.
·       Ganjaran atau hukuman
Kalau anak berbuat benar, maka wajib kita beri ganjaran misalnya pujian, ciuman, belaian, dan sebagainya. Sedangkan menghukum dengan cara yang wajar kalau anak berbuat salah, masih dibenarkan.
·       Kelompok sebaya
Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya.
·       Stress
Stress pada bayi berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya, misalnya bayi akan menarik diri, rendah diri, terlambat bicara dan sebagainya.
·       Sekolah
Dengan mendapat pendidikan yang baik, maka di harapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut.
·       Cinta dan kasih sayang
Anak memerlukan cinta dan kasih sayang serta perlakuan adil dari orang tuanya agar kelak menjadi anak yang tidak sombong dan bisa memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya.
·       Kualitas interaksi anak-orang tua
Interaksi timbal balik antara anak dan orang tua akan menimbulkan keakraban dalam keluarga.
4)Faktor keluarga dan adat istiadat, antara lain:
·       Pekerjaan /pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga yang memadai akan menunjang tumbuh kembang anak, karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun sekunder.
·       Pendidikan ayah /ibu
Dengan pendidikan yang baik maka orang tua dapat menerima segala informasi dari luar terutama tentang cara pengasuhan bayi yang baik, bagaimana menjaga kesehatan anaknya, pendidikannya dan sebagainya.
·       Jumlah saudara.
Jumlah saudara yang banyak pada keluarga dengan sosial ekonomi yang cukup akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan kasih sayang yang diterima anak. Sedangkan pada keluarga dengan sosial ekonomi yang kurang, akan mengakibatkan selain kurangnya kasih sayang dan perhatian pada anak, juga kebutuhan primer seperti makanan, sandang dan perumahan pun tidak terpenuhi.
·       Jenis kelamin dalam keluarga
Pada masyarakat tradisional, wanita mempunyai status yang lebih rendah di bandingkan laki laki, sehingga angka kematian bayi karena malnutrisi masih tinggi pada wanita.
·       Stabilitas rumah tangga
Tumbuh kembang anak akan berbeda pada keluarga yang harmonis, dibandingkan dengan mereka yang kurang harmonis.
·       Kepribadian ayah /ibu
Kepribadian ayah dan ibu yang terbuka tentang pengaruhnya berbeda terhadap tumbuh kembang anak, bila dibandingkan dengan mereka yang kepribadianya tertutup.
·       Adat istiadat, norma-norma, tabu-tabu
Adat istiadat yang berlaku di tiap daerah akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
·       Agama
Dengan memahami agama akan menuntun umatnya untuk berbuat kebaikan dan kebajikan.
·       Urbanisasi
Salah satu dampak dari urbanisasi adalah kemiskinan dengan segala permasahannya.
·       Kehidupan politik dalam masyarakat yang mempengaruhi prioritas kepentingan anak, anggaran dan lain lain.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum digolongkan menjadi 3 kebutuhan dasar, meliputi 'Asuh, Asih, dan Asah' yaitu:
1.            Kebutuhan Fisik-Biomedis (ASUH):
Meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh & lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat, kesegaran jasmani dan rekreasi.


a.  Nutrisi: 
Sejak anak di dalam rahim, ibu perlu memberikan nutrisi seimbang melalui konsumsi Makanan yang bergizi.
Air Susu Ibu (ASI): nutrisi yang paling lengkap dan seimbang bagi bayi (terutama pada 6  bulan pertama atau ASI Eksklusif)
Menu seimbang: protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air.
b.  Imunisasi: anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari penyakit-penyakit yang      dapat       dicegah dengan imunisasi.
c.  Kebersihan: meliputi kebersihan makanan, minuman, udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain dan transportasi.
d.  Bermain, aktivitas fisik, tidur: anak perlu bermain, melakukan aktivitas fisik dan tidur karena hal ini bermanfaat untuk:
·       merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme karbohidrat, lemak, dan  protein
·       merangsang pertumbuhan otot dan tulang
·       merangsang perkembangan
e.  Pelayanan Kesehatan:
anak perlu dipantau/diperiksa kesehatannya secara teratur (bukan kendaraan aja    yang      perlu diperiksa       teratur, anak      juga perlu). Contoh pelayanan kesehatan yang teratur pada anak Balita adalah: anak ditimbang minimal 8 kali setahun, dilakukan SDIDTK minimal 2 kali setahun dan diberikan kapsul Vitamin A dosis tinggi 2 kali setahun yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan pemantauan yang teratur untuk:
·       mendeteksi secara dini dan menanggulangi bila ada penyakit dan gangguan tumbuh-kembang
·       mencegah penyakit
·       memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

2.            Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH):
Anak memerlukan kasih sayang melalui hubungan yang erat, serasi dan selaras dengan ibunya. Memberi kasih sayang akan sangat membantu tumbuh kembang fisik-mental danpsikososial anak yang optimal.  Pada tahun-tahun pertama kehidupannya (usia dini) bahkan sejak anak masih di dalam kandungan, anak mutlak memerlukan ikatan yang menciptakan rasa aman dan nyaman. Untuk itu upayakan agar:
·       anak merasa dilindungi
·       memperhatikan minat, keinginan, dan pendapatnya
·       memberi contoh, tidak memaksa
·       membantu, mendorong/memotivasi menghargai pendapat anak
·       mendidik dengan penuh kegembiraan melalui kegiatan bermain
·       melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayang (bukan ancaman/hukuman).
3.            Kebutuhan   akan    stimulasi    mental(ASAH):
Untuk memperoleh perkembangan yang optimal, anak perlu 'diasah' melalui kegiatan stimulasi dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian,
 kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual. 
Dasar perlunya stimulasi dini:
·       milyaran sel otak dibentuk sejak anak di dalam kandungan dan belum ada hubungan antar sel otak (sinaps)
·       orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak
·       bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan-hubungan baru (sinaps)
·       semakin sering di rangsang akan makin kuat hubungan antar sel-sel otak
·       semakin banyak variasi maka hubungan antar se-sel otak semakin kompleks/luas
·       merangsang  otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengembangkan multiple
·       inteligen dan kecerdasan yang lebih luas dan tinggi.
·        stimulasi mental secara dini akan mengembangkan mental-psikososial anak seperti:
·       kecerdasan, budi luhur, moral, agama dan etika, kepribadian, ketrampilan berbahasa,
·       kemandirian, kreativitas, produktifitas, dst.

Orang tua perlu menganut pola asuh demokratik, mengembangkan kecerdasan emosional, kemandirian, kreativitas, kerjasama, kepemimpinan dan moral-spiritual anak.Selain distimulasi, anak juga perlu mendapatkan kegiatan SDIDTK lain yaitu deteksi dini (skrining) adanya kelainan/penyimpangan tumbuh kembang, intervensi dini dan rujukan dini bila diperlukan.

Referensi

1.   DSAK, Soetjiningsih, 1995, Tumbuh Kembang Anak, EGC.
2. Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989
3. Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
4. Departemen Kesehatan RI, 2006, Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.
5. dr. Soedjatmiko, SpA (K), MSi, 2009, Materi prsentasi pada 'Pelatihan Program Kesehatan Balita Bagi Penanggung Jawab Program Kesehatan Anak', Bogor, 2009, Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar