Minggu, 23 Oktober 2011

1.    Sebutkan tujuan dari kunjungan  post-partum yang dilakukan 2-6 hari dan 2-6 minggu?

a.    Kunjungan I ( 6-8 jam setelah persalinan)
Tujuan:
Ø  Mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri
Ø  Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut
Ø  Membenkan konseling pada ibu atau satah satu anggota keluarga, bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
Ø  Pemberian ASI awal
Ø  Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
Ø  Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah terjadi hipotermi
Ø  Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil
b. Kunjungan II ( 6 hari setelah persalinan)
Tujuan:
Ø  Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi dengan baik, fundus di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal atau tidak ada bau
Ø  Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau perdarahan abnormal
Ø  Memastikan ibu cukup mendapatkan makanan, cairan dan istirahat
Ø  Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda¬ tanda penyulit
Ø  Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi agar tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
c. Kunjungan III ( 2 minggu setelah persalinan)
Tujuan:
Ø  sama dengan kunjungan II
d. Kunjungan IV ( 6 minggu setelah persalinan)
Tujuan:
Ø  Menanyakan pada ibu tentang penyulit yang ia atau bayi alami
Ø  Memberikan konseling untuk KB secara dini
Ø  Menganjurkan atau mengajak ibu membawa bayinya ke posyandu atau puskesmas untuk penimbangan dan imunisasi.






Langkah-langkah perawatan pasca salin :
            Perawatan payudara sesudah melahirkan  (postnatal breast care) dilakukan pertama pada hari ke-2 setelah melahirkan minimal dua kali dalam sehari.
Tujuan :
a.            Memelihara kebersihan payudara
b.            Melancarkankeluarnya ASI
c.            Mencegah bendungan pada payudara
d.            Mencegah payudara bengkak

Langkah-langkah pengurutan :

1.                  Tuangkan minyak keatas telapak tangan secukupnya

2.                  Friction
Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kanan dengan tangan kanan, 3 jari dan tangan yang berlawanan membuat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting  susu, setiap payudara minimal 2 x gerakan.
Description: C:\Users\Lucia Primadani\Desktop\foto dr Buku\P1030639.JPG
 











3.                  Massage
Tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara. Urutlah payudara dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan kedua payudara perlahan-lahan.
Description: C:\Users\Lucia Primadani\Desktop\foto dr Buku\P1030640.JPGLakukan gerakan ini ±30 kali.








4.                  Sokong payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan kelingking dari arah tepi kea rah puting  susu. Lakukan gerakan ini ±30 kali.
Description: C:\Users\Lucia Primadani\Desktop\foto dr Buku\P1030641.JPG
 










5.                  Pengompresan
Description: C:\Users\Lucia Primadani\Desktop\foto dr Buku\P1030642.JPG
 












Alat-alat yang disiapkan:
a.         2 buah kom sedang yang masing-masing diisi dengan air hangat dan air dingin
b.        2 buah washlap

Caranya :
Kompres kedua payudara dengan washlap hangat selama 2 menit. Kemudian ganti dengan kompres washlap dingin selama 1 menit.
Kompres bergantian selama 3 x berturut-turut dengan kompres air hangat.


Sunber Acuan:
Sritantri, Elli SKM, dkk, 2005,PENUNTUN CALON IBU, PKSC SintCarolus: Jakarta.
Syahlan, J.H. (1996). Kebidanan Komunitas. Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan.
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
Pusdiknakes, 2003. Asuhan Kebidanan Post Partum. Jakarta: Pusdiknakes.



Asuhan yang diberikan sewaktu melakukan kunjungan masa nifas:
Kunjungan
Waktu
Asuhan
I
6-8 jam post partum
Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia uteri.
Mendeteksi dan perawatan penyebab lain perdarahan serta melakukan rujukan bila perdarahan berlanjut.
Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah perdarahan yang disebabkan atonia uteri.
Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi.
Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan, maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalam keadaan baik.
II
Memastikan involusi uterus barjalan dengan normal, uterus berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.
Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan.
Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.
Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan.
Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui.
Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir.
III
2 minggu post partum
Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum.
IV
6 minggu post partum
Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu selama masa nifas.
Memberikan konseling KB secara dini.





Proses involusi uterus adalah sebagai berikut :
a.   Iskemia Miometrium
Disebabkan oleh kontraksi dan retraksi yang terus menerus dari uterus setelah pengeluaran plasenta membuat uterus relatif anemi dan menyebabkan serat otot atrofi
b.   Autolysis
Autolysis merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterine. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah sempat mengendur hingga 10 kali panjangnya dari semula dan lima kali lebar dari semula selama kehamilan atau dapat juga dikatakan sebagai pengrusakan secara langsung jaringan hipertropi yang berlebihan hal ini disebabkan karena penurunan hormon estrogen dan progesteron.
c.   Efek Oksitosin
Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uterin sehingga akan menekan pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Proses ini membantu untuk mengurangi situs atau tempat implantasi plasenta serta mengurangi perdarahan (Varney, 2003).

1.    Jelaskan definisi dan tujuan dari pemeriksaan puerperium!!!
Masa nifas atau puerperium adalah waktu yang diperlukan agar organ genitalia interna dan eksterna  ibu kembali menjadi normal secara anatomis dan fungsional, yaitu sekitar 6 minggu. (Williams, 1931)

Tujuan nya untuk mendeteksi adanya komplikasi dan riwayat morbiditas sehingga membatasi masalah kesehatan.

Pembagian masa nifas dalam 3 periode:
1.)   Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam Agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja dalan 40 hari.
2.)   Peurperium intermedial : yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia eksterna dan interna yang lamanya kurang lebih 6-8 minggu.
3.)   Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.


2.     Sebut dan jelaskan langkah-langkah dari pemeriksaan puerperium!!!
No.
Pemeriksaan Fisik
Rasional
1
Keadaan umum
Mengetahui keadaan ibu selamat, sadar atau tidak saat masuk kamar nifas.
2
Keadaan emosional
Mengetahui keadaan emosional ibu saat masuk kamar nifas
3
Tekanan darah
Mengetahui adanya kemungkinan hipertensi lanjut pada masa nifas
4
suhu
Mengetahui kemungkinan adanya infeksi, dehidrasi, demam, dsb
5
Denyut nadi
Mengetahui adanya kemungkinan takikardia dan bradikardia
6
pernafasan
Mengetahui apakah ibu mengalami kesulitan bernapas atau tidak
7
HR     

Mengetahui adanya kemungkinan takikardi dan bradikardia
8
muka
Mengetahui adanya edema atau tidak
9
conjungtiva
Mengetahui apakah ibu mengalami anemia tau tidak
10
sklera
Mengetahui adanya ikterik atau tidak
11
payudara
Mengetahui pembesaran payudara normal atau tidak, simetris atau tidak,  terdapat benjolan atau tidak dan rasa nyeri
12
Putting susu
Mengetahui putting susu ibu menonjol , rata, atau masuk

13
Colostrums
Mengetahui jumlah colostrums yang keluar
14
ekstremitas
Mengetahui adanya indikasi ibu menderita penyakit pre eklampsi  dan melihat adanya edema
15
Pemeriksaan uterus
Untuk mengetahui tinggi fundus uteri pasca bersalin dan kontraksinya baik atau tidak
16
Inspeksi genetalia
Mengetahui kondisi jahitan, lokea dan adanya infeksi

3.Jelaskan mengenai manajemen asuhan puerperium!!!
a. Manajemen asuhan awal puerperium:
Ø Kontak dini sesering mungkin dengan bayi
Ø Mobilisasi ditempat tidur
Ø Diet
Ø Perawatan perineum
Ø BAK spontan atau kateter
Ø Obat penghilang rasa sakit kalau perlu
Ø Obat tidur kalau perlu
Ø Obat pencahar kalau perlu

b. Asuhan lanjutan:
Ø Tambahan vitamin atau zat besi jika diperlukan
Ø Perawatan payudara
Ø Rencana KB
Ø Pemeriksaan LAB jika diperlukan
Ø Dll

4.Membuat kasus dan SOAP!!!